TERBARU :

LAYANAN

Jam Kerja dan Jam Pelayanan pada KPPN  Jember

Jam Kerja KPPN Jember :

Hari

Jam Kerja
Pagi

Siang

Senin s.d. Kamis 07.30 – 12.15 13.00 – 17.00
Jum’at 07.30 – 11.30 13.15 – 17.00

 

Jam Pelayanan KPPN Jember :

Hari

Jam Kerja
Pagi

Siang

Senin s.d. Kamis 08.00 – 12.15 13.00 – 15.00
Jum’at 08.00 – 11.30 13.30 – 15.00

 

Jenis Layanan

Jenis layanan KPPN Jember adalah menyelenggarakan :

  1. Pencairan dana APBN melalui penerbitan SP2D;
  2. Penatausahaan penerimaan negara berupa penerimaan pajak, bea cukai dan PNBP;
  3. Penyusunan Laporan Keuangan tingkat Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN);
  4. Bimbingan teknis kepada Stakeholder terkait pelaksanaan anggaran dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran.

Layanan kepada Stakeholder yang berada di lingkup wilayah pembayaran KPPN Jember, yaitu:

  1. Semua kantor/satuan kerja, instansi pemerintah di lingkungan Kementerian Negara/Lembaga;
  2. Pemerintah Kabupaten;
  3. Masyarakat luas termasuk dunia usaha;
  4. Instansi pemerintah pada kementerian negara/lembaga dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD).

PENERBITAN SP2D

 Batas Waktu Penerbitan SP2D dan Pengesahan SKPP

Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Non Belanja Pegawai

  1. Penyampaian SPM oleh Satker K/L paling lambat pukul 13.30 kepada KPPN Jember, dan diproses menjadi SP2D selama satu jam setelah diterimanya SPM secara lengkap dengan tanggal jatuh tempo pada hari berkenaan;
  2. Penyampaian SPM oleh Satker K/L setelah pukul 13.30 kepada KPPN Jember, dan diproses menjadi SP2D selama satu jam setelah diterimanya SPM secara lengkap dengan tanggal jatuh tempo pada hari berikutnya.

Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Belanja Pegawai

  1. Penerbitan SP2D Gaji Induk oleh KPPN Jember, paling lambat 5 hari sebelum tanggal 1 bulan pembayaran gaji.
  2. Penerbitan SP2D Non Gaji Induk oleh KPPN Jember, paling lambat 5 hari kerja setelah Surat Perintah Membayar (SPM) diterima secara lengkap.
  3. Penerbitan SP2D Non Gaji Induk dengan aplikasi GPP oleh KPPN Jember, paling lambat 1 hari kerja setelah SPM diterima secara lengkap.

Pengembalian SPM yang tidak memenuhi persyaratan oleh KPPN Jember kepada Satker K/L, wajib disertai alasan pengembalian/ penolakan.

Pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pegawai (SKPP)

  1. SKPP Pegawai Mutasi/Pensiun dengan Aplikasi GPP diselesaikan paling lambat 1 hari kerja setelah SKPP diterima secara benar;
  2. SKPP Non Aplikasi GPP (TNI),  diselesaikan paling lambat 5 hari kerja setelah SKPP diterima secara benar;
  3. SKPP Aplikasi GPP Wajib dilampiri Kartu Gaji Pegawai dari GPP;
  4. Pembubuhan tanggal SKPP paling cepat sama dengan tanggal gaji terakhir dibayarkan.

INOVASI LAYANAN

 

  • Penyediaan Mini Training and Learning Center (TLC) sebagai sarana penyuluhan kepada Satker K/L yang membutuhkan;
  • Tayangan informasi penyelesaian pekerjaan kepada Satker K/L melalui display monitor LCD pada ruang layanan;
  • Pemberitahuan peraturan perbendaharaan terkini kepada Satker K/L melalui media running text.

Dihimbau kepada para Petugas pengantar SPM / pengambil SP2D Satker K/L, agar mengenakan name tage instansi berkenaan (disamping KIPS) guna menghindari interaksi dengan pihak ketiga/ pihak yang tidak berkepentingan.

 

KELENGKAPAN LAMPIRAN SPM RUPIAH MURNI /PHLN

RUPIAH  MURNI

SPM untuk Pembayaran Langsung (LS) Belanja Pegawai:

A.  Gaji Induk

  1. SPM 3 lembar beserta Arsip Data Komputer(ADK)nya
  2. Halaman luar &  rekapitulasi @ 2 lembar beserta ADK gaji
  3. SSP yang ditandatangani bendahara dan penandatangan SPM
  4. Apabila pegawai baru (CPNS):
  • SK CPNS dan salinan/copy Nota Persetujuan Penetapan NIP CPNS/PNS dari BKN.
  • SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) sebagai CPNS (berlakunya SPMT tidak boleh berlaku surut dari tanggal penetapan SK CPNS)
  • KP4 (Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga).
  • Salinan/copy akte nikah/anak.
  • ADK kirim pegawai baru setelah SK, SPMT, data keluarga direkam     pada aplikasi GPP dengan lengkap dan benar.
  1. Apabila Pegawai baru (pindahan) :
  • Asli SKPP
  • KP4
  • SK Mutasi
  • SPMT
  • ADK kirim pegawai baru/ pindahan dari Satker  Baru

 

  1. Apabila tambah jiwa (anak/istri/suami) :

Melampirkan KP4 dan Salinan/copy akte nikah/akte lahir yang dilegalisasi oleh Pejabat yang berwenang (bukan Surat Keterangan Lahir dari Rumah Sakit Bersalin)

  1. Apabila berkurang jiwa (anak/istri/suami):

melampirkan KP4

 

  1. Apabila diangkat menduduki jabatan :
  • SK Pengangkatan Jabatan
  • SPMT dalam jabatan tersebut (baik fungsional/struktural)
  • surat Pernyataan Telah Menduduki Jabatan dalam jabatan tersebut (baik fungsional/struktural)
  • Surat pernyataan Pelantikan jika menjabat struktural
  1. Kenaikan Pangkat/KGB (Kenaikan Gaji Berkala):

asli dan salinan/copy SK KP/KGB yang telah dilegalisasi oleh yang berwenang

 

  1. Daftar Potongan Sewa Rumah Dinas/Negeri (apabila ada)

 

  1. Daftar Monitoring Hutang-hutang Pegawai (apabila ada)

 

  1. Daftar Perubahan Pegawai dari Aplikasi (apabila tidak ada perubahan maka yang dilampirkan adalah Daftar Perubahan Nihil dari aplikasi GPP)

 

B.  Kekurangan Gaji

  1. Satu set ‘Daftar Perhitungan Gaji’
  2. Satu set Salinan/Copy SK terkait yang telah dilegalisasi
  3. Surat pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) apabila kekurangan gaji tersebut dibuat dengan menu ‘Kekurangan Gaji Manual” dari aplikasi GPP.

C.  Gaji Susulan

1.  Gaji Susulan Pegawai Pindahan :

  • SKPP asli dan SK Mutasi
  • KP4
  • SPMT
  • Surat Pernyataan Telah Menduduki Jabatan (bagi pejabat)
  • ADK kirim pegawai baru/pindahan
  • Surat pernyataan pelantikan (khusus bagi menjabat structural
  • SPTJM apabila diproses dengan menu ‘Gaji Susulan Manual’

 

  1. Gaji Susulan Pegawai baru (CPNS) :
  • SK CPNS dan salinan/copy Nota Persetujuan Penetapan NIP CPNS/PNS dari BKN.
  • SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) sebagai CPNS (SPMT, tidak boleh berlaku surut dari tanggal penetapan SK CPNS)
  • KP4 (Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga).
  • Salinan/copy akte nikah/anak.
  • ADK kirim pegawai baru setelah SK, SPMT, data keluarga direkam pada aplikasi GPP dengan lengkap dan benar.
  • SPTJM apabila diproses dengan menu ‘Gaji Susulan Manual’

D.  Gaji bulan ke-13

  1. SPM 3 lembar beserta ADKnya
  2. Halaman luar &  rekapitualsi @ 2 lembar beserta ADK gaji
  3. SSP yang ditandatangani bendahara dan penandatangan SPM

E.  Uang Duka Wafat/Tewas

  1. Surat Kematian dari pejabat yeng berwenang serendah-rendahnya Lurah/kepala Desa
  2. Surat Permintaan Uang Duka Wafat/Tewas (terdapat dalam menu Aplikasi GPP)
  3. Surat Keterangan Ahli Waris dari pejabat yang berwenang (apabila diperlukan)

F.  Gaji Terusan

  1. Surat Kematian dari pejabat yang berwenang serendah-rendahnya Lurah/kepala Desa
  2. Surat Permintaan Gaji Terusan (terdapat dalam menu Aplikasi GPP)
  3. Surat Keterangan Ahli Waris dari pejabat yang berwenang (apabila diperlukan)

SPM untuk Pembayaran Langsung (LS) Non Belanja Pegawai:

  1. Resume Kontrak/SPK;
  2. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB);
  3. Faktur Pajak dan SSP;
  4. Untuk Perjalanan Dinas: SPTB, Daftar Nominatif (Rincian Perjalanan Dinas)
  5. Untuk SPM Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), SPM Pinjaman/Hibah Luar Negeri (P/HLN) di atur sesuai dengan SE yang bersangkutan.
PINJAMAN/ HIBAH LUAR NEGERI

SPM UP/TUP

Pengajuan UP/TUP PHLN merupakan beban Rupiah Murni, dengan menggunakan akun:

JENIS MAK
UP/TUP 825111
UP/TUP (NIHIL) 815111

 

  1. Dokumen pendukung SPM GUP
  • Daftar rincian pembayaran (untuk loan IBRD & ADB)
  • Rekapitulasi pengeluaran per kategori (untuk loan IBRD & ADB)
  • Dokumen lain sesuai peraturan terkait

 

  1. Dokumen pendukung SPM-LS
  • Berita Acara Pembayaran (untuk loan IBRD & ADB)
  • Surat Persetujuan PPHLN (NOL-IBRD, Approval-ADB) sepanjang dipersyaratkan
  • Dokumen lain sesuai peraturan terkait

 

  1. SPM untuk Pembayaran TUP
  • Rincian rencana penggunaan dana;
  • Surat Dispensasi dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulawesi Selatan untuk TUP di atas  Rp 200.000.000,00 atau  di atas Rp 500.000.000,00 untuk Satker POLRI;
  • Surat Pernyataan dari KPA atau pejabat yang ditunjuk yang menyatakan bahwa:

°    Dana Tambahan UP tersebut akan digunakan untuk keperluan mendesak dan akan habis digunakan dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal diterbitkan SP2D;

°    Apabila terdapat sisa dana TUP, harus disetorkan ke Rekening Kas Negara;

°    Tidak untuk membiayai pengeluaran yang seharusnya dibayarkan secara langsung.

 

  1. SPM untuk Pembayaran GUP
  • SPTB
  • Fotokopi SSP
PENERIMAAN NEGARA

 

  1. DOKUMEN SUMBER :

 

  1. Surat Setoran Pajak (SSP) adalah surat setoran atas pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang;
  2. PENGESAHAN PENERIMAAN NEGARA
  1. Surat Setoran Pajak Bumi dan Bangunan (SSPBB) adalah surat setoran atas pembayaran atau penyetoran PBB dari tempat pembayaran ke Bank Persepsi PBB;
  2. Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) adalah surat setoran atas pembayaran atau penyetoran BPHTB dari tempat pembayaran ke Bank Persepsi BPHTB;
  3. Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak dalam Rangka Impor (SSPCP) adalah surat setoran atas penerimaan negara dalam rangka impor berupa bea masuk, bea masuk berasal dari SPM Hibah, denda administrasi, penerimaan pabean lainnya, cukai, penerimaan cukai lainnya, jasa pekerjaan, bunga, dan PPh Pasal 22 Impor, PPN Impor, serta PPnBM Impor;
  4. Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri (SSCP) adalah surat setoran atas penerimaan negara atas Barang Kena Cukai Buatan Dalam Negeri berupa cukai hasil tembakau, cukai etil alkohol, cukai minuman mengandung etil alkohol, denda administrasi penerimaan cukai lainnya, jasa pekerjaan, dan PPN Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri;
  5. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) adalah surat setoran atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) selain yang dimaksud pada angka 1, 2, 3, 4, dan 5 di atas;
  6. Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) adalah surat setoran atas penerimaan pengembalian belanja tahun anggaran berjalan;
  7. Surat Tanda Bukti Setor (STBS) adalah surat setoran atas pembayaran pungutan ekspor, kekurangan pungutan ekspor, dan/atau denda administrasi atas transaksi pungutan ekspor;
  8. Bukti Penerimaan Negara (BPN) adalah dokumen yang diterbitkan oleh Bank/Pos atas transaksi penerimaan negara dengan teraan NTPN dan NTB/NTP dan dokumen yang diterbitkan oleh KPPN atas transaksi penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM dengan teraan NTPN dan NPP.

 

  1. Setiap transaksi penerimaan negara harus mendapat NTPN.
  2. TATA CARA PENYETORAN PENERIMAAN NEGARA
  1. Penerimaan negara yang disetor oleh Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor/Bendahara Penerimaan diakui pada saat masuk ke Rekening Kas Negara dan mendapatkan NTPN.
  2. NTPN dan NTB yang terdapat pada dokumen sumber merupakan pengesahan atas penerimaan negara melalui Bank.
  3. NTPN dan NTP yang terdapat pada dokumen sumber merupakan pengesahan atas penerimaan negara melalui Pos.
  4. NTPN dan NPP merupakan pengesahan atas penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM.

 

  1. Umum :

 

  • Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor/Bendahara Penerimaan dapat melakukan pembayaran setiap saat melalui Bank/Pos yang terhubung dengan MPN.
  • Pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor/Bendahara Penerimaan diakui sebagai pelunasan kewajiban sesuai dengan tanggal pembayaran.
  • Tata cara penyetoran penerimaan negara oleh Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor/Bendahara Penerimaan diatur sebagai berikut:
  1. Pembayaran melalui loket/teller Bank/Pos
  • Mengisi formulir bukti setoran dengan data yang lengkap, benar, dan jelas dalam rangkap 5  (lima);
  • Menyerahkan formulir bukti setoran kepada petugas Bank/Pos dengan menyertakan uang  setoran sebesar nilai yang tersebut dalam formulir yang bersangkutan;
  • Menerima kembali formulir bukti setoran lembar ke-1 dan lembar ke-3, yang telah diberi NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank) /NTP (Nomor Transaksi Pos) serta dibubuhi tanda tangan/paraf, nama pejabat Bank/Pos, cap Bank/Pos, tanggal, dan waktu/jam setor sebagai bukti setor;
  • Menyampaikan bukti setoran kepada unit terkait.
  1. Pembayaran melalui electronic banking (e-banking)
  • Melakukan pendaftaran pada sistem registrasi pembayaran via internet di www.djpbn.depkeu.go.id;
  • Mengisi data setoran dengan lengkap dan benar untuk mendapatkan Nomor Register Pembayaran (NRP). Masa berlaku NRP sampai dengan jangka waktu yang ditetapkan;
  • Untuk tagihan yang ditetapkan instansi pemerintah, pendaftaran dilakukan oleh  instansi terkait dan NRP tercantum pada surat tagihan dimaksud;
  • Melakukan pembayaran dengan menggunakan NRP;
  • Menerima NTPN sebagai bukti pengesahan setelah pembayaran dilakukan;
  • Mencetak BPN(Bukti Penerimaan Negara) melalui sistem registrasi pembayaran atau di Bank dengan menunjukkan NTPN/NTB;
  • Menyampaikan BPN kepada unit terkait.
REKONSILIASI LAPORAN KEUANGAN SATUAN KERJA KEMENTERIAN/ LEMBAGA
  1. Umum:
    1. Arsip Data Komputer (ADK) dari bulan Januari s.d bulan rekonsiliasi, Register Pengiriman Bulan Rekonsiliasi dan Register Pengiriman ke Wilayah atau Eselon I Bulan Sebelumnya;
    2. Batas waktu pelaksanaan rekonsiliasi, paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya;
    3. Sanksi atas pelanggaran pelaksanaan rekonsiliasi, berupa penundaan pencairan dana DIPA Non Belanja Pegawai.

 

  1. Periode dan Bahan Rekonsiliasi :
  2. Bulanan, meliputi :
  • Neraca dan Neraca Percobaan
  • Laporan Realisasi Anggaran Face Report
  • Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
  • LRA Pendapatan
  • LRA Pengembalian Pendapatan
  • LRA  Belanja
  • LRA  Pengembalian Belanja
  • Posisi Barang Milik Negara (BMN) di Neraca

 

  1. Semesteran, meliputi :
  • Neraca dan Neraca Percobaan
  • Laporan Realisasi Anggaran Face Report
  • Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
  • LRA Pendapatan
  • LRA Pengembalian Pendapatan
  • LRA  Belanja
  • LRA  Pengembalian Belanja
  • Posisi Barang Milik Negara (BMN) di Neraca
  • Catatan Analisis Laporan Keuangan (CALK)

 

  1. Pengiriman ADK SAKPA

Dalam melakukan rekonsiliasai laporan keuangan dan untuk mempermudah serta mempercepat pengiriman ADK SAKPA dapat disampaikan melalui alamat email : ……………………………….